Monday, December 12, 2016

Rok mini "Dimata Lelaki"

Soal rok mini ini memang menggelitik
Saya sendiri dilema yang besar.
Alasannya, pertama karena saya laki-laki.
Kedua, karena saya belum pernah memakai rokmini.
Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuhi asumsi, danngawur.
Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukanpertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari sipemakai agar saya tidak salah sangka:
1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rokmini yang mbak pakai itu, saya atau kami bolehmenikmati paha mbak?”
2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalaukami melihatnya?”
3. “Atau tolong jelaskan kepada kami,bagaimana seharusnya kami boleh menikmatipaha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihat?”
Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok minitersebut dengan diam-diam, dengan “etika”yang saya karang sendiri agar tidak berdampaksosial yang buruk. Ada yang bilang ini soal iman.
Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai rokmini atau celana pendek sekali ditempat umum.
Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rokmini, daya tariknya sungguh sering melewatidaya tangkal iman. Kalau ada yang bilang“Pikiran situ saja yang jorok“, duh, ingin sekali saya jawab “Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha
memaksa untuk dilihat“.
Soal hak, semua memang punya hak masing-masing
Selama masih berada di tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.
Contohnya merokok, Saya yakin itu adalah hak, Tidak seorangpun kecuali keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh melarang orang untuk merokok, Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itujaditidak aman untuk orang lain. “Tolong ya mas merokoknya di ruang merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup oleh saya“.
Gimana kalau perokok menjawab, “Ya situ saja jangan hirup asap sayakalau memang tidak suka bau asap“.
Kira-kiraAnda mau langsung mengajak adu hantam tidak?
Memainkan musik adalah hak, Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng di jam dua pagi didepan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang terganggu tidak?
Gimana kalauketika ditegur si penggitar menjawab “Tolongya Bu, kalau memang tidak suka dengan suaragitar saya, ibu jangan dengerin suaranya,
gitar-gitar saya, kok ibu yang repot“. 
Kira-kira si ibu akan melempar sandal atau tidak?
Kalaubermainnya di dalam kamarnya sendiri, distudio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.
Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant, Dirumah, rok mini akan menjadi sangat asik.Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi dikamar, tidak pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.
Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, dijalanan … duuuh , please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman karena nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya meledak tanpa melukai Anda.
Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang sakitparah jiwanya dan tak tau tempat?
Pemerkosa adalah orang yang sedangsakit jiwanya dan kata dokter
"mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati"
Mengobati mereka tetap harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapa punbiaya material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka dipenjara seumur hidup.
Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakan rok mini di tempat umum.
Masihbanyak pilihan busana yang lain, yang tetapmenarik (tanpa menggoda) dan pantas.
Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalumengagumi perempuan
Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion, Karena itu, benang dililit-lilit pun kebeberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan yang menyeluruh.
Perempuan juga sangat ekspresif, Mereka suka bicara, suka berdandan, suka “menunjukkan” keindahan dirinya.
Itu memang kodratnya dan sedikit ini komentar lelaki.
Kami-kami ini juga sangat ekspresif, Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri.
Tapi langsung bertindak,
Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali.
Tetapi sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.

Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadibisa bukan karena niat pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan,

Semoga kita semua aman dan selamat dimanapun berada. Teriring doa untuk ibu, kakak, dan adik-adik saya.

Semuga bermamfaat

Salam Lelaki

bagikan artikel ini


0 comments:

Post a Comment